Tampilkan postingan dengan label SAP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAP. Tampilkan semua postingan

Mengenal Business Intelligence Software (BI)

0

Mohammad Okki

Bicara mengenai software aplikasi dalam dunia industri, sampai saat ini yang
merupakan state-of-the-art technology adalah aplikasi ERP (Enterprise
Resource Planning). Sampai tahun 2005 ini tidak ada software aplikasi yang
dapat melebihi kecanggihan ERP. Tidak mengherankan karena ERP telah mencakup
keseluruhan organisasi, dan meliputi semua aktivitas dalam organisasi. Namun
bagi yang berkecimpung di dunia IS/ES (Information System/Enterprise System),
kita dengan mudah belajar bahwa pasti akan ada aplikasi-aplikasi lain yang
akan muncul dan memberikan benefit-benefit baru pada praktisi industri.
Benefit yang tidak mampu untuk disediakan oleh software yang lama.
Bila kita ikuti trend perkembangan software IS/ES -dari MRP I, MRP II,
hingga ERP- titik berat perkembangannya adalah pada otomasi proses bisnis.
Inti pemikirannya adalah bila task rutin di tingkat shop floor yang bersifat
repetitif bisa diselesaikan oleh komputer (dengan bantuan sistem informasi)
maka produktivitas karyawan bisa ditingkatkan. Makin banyak volume pekerjaan
yang terselesaikan. Bila produktivitas karyawan meningkat dengan demikian
akan terjadi efisiensi produksi.
Sebenarnya dari paparan di atas pun, dengan mudah kita dapat kenali
kelemahan dari software-software IS/ES tadi. MRP I, MRP II sampai ERP hanya
bicara mengenai efisiensi. Penghematan biaya, penghematan waktu, penghematan
inventory, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan efektivitas?
Di era persaingan global ini, tuntutan untuk "do the right thing" jauh lebih
besar dan lebih sulit untuk dilakukan dibandingkan dengan "do things right".
Percuma bicara efisiensi distribusi bila ternyata yang kita produksi tidak
laku karena modelnya tidak disukai pasar. Percuma bicara penghematan waktu
dan biaya di shop floor bila pesaing kita melakukan outsourcing produksi dan
mereka tetap tidak kehilangan competitive edge.
Karena itulah muncul topik-topik seperti CRM dan SCM yang populer belakangan
ini. Di dunia IS/ES kita mengenal satu software yang sedang banyak
dibicarakan, yaitu Business Intelligence Software (BI).
Apa itu BI? Business Intelligence Software (BI) secara singkat juga dikenal
sebagai dashboard. Ini karena secara umum BI berfungsi seperti halnya
dashboard pada kendaraan. BI memberikan metrik (ukuran-ukuran) yang
menentukan performa kendaraan (organisasi). BI juga memberikan informasi
kondisi internal, seperti halnya suhu pada kendaraan. Dan BI juga memberikan
sinyal-sinyal pada pengemudi bila terjadi kesalahan pada kendaraan, seperti
bila bensin akan habis pada kendaraan. Semuanya berguna bagi pengemudi agar
mampu mengendalikan kendaraannya dengan lebih baik dan mampu membuat
keputusan yang tepat dengan lebih cepat.
Pada prakteknya, BI akan berfungsi sebagai analis, penghitung scorecard,
sekaligus memberikan rekomendasi pada user terhadap tindakan yang sebaiknya
diambil. Dengan menjalankan fungsi dashboard, user BI akan mengenali potensi
ketidakberesan pada perusahaan sekaligus dengan penyebabnya sebelum hal
tersebut berkembang menjadi masalah yang besar. BI akan berfungsi memberikan
advance alarm, memberikan informasi trend dan melakukan benchmark.
Jadi kenapa perusahaan harus mengadopsi dashboard? Ada 7 keunggulan utama BI
yang akan memberikan value bagi perusahaan:
1. Konsolidasi informasi
Dengan BI dijalankan di dalam perusahaan, data akan diolah dalam satu
platform dan disebarkan dalam bentuk informasi yang berguna (meaningful) ke
seluruh organisasi. Dengan ketiadaan information assymmetry, kolaborasi dan
konsolidasi di dalam perusahaan dapat diperkuat. Dengan konsolidasi, maka
dapat dimungkinkan pembuatan cross-functional dan corporate-wide reports.
Meskipun harus diakui, benefit ini juga mampu disediakan oleh software ERP.
2. In-depth reporting
Software Business Process Management (BPM) memang mampu memberikan report
dan analisis, namun cukup sederhana dan hanya bertolak pada kondisi intern.
Sedangkan BI mampu menyediakan informasi untuk isu-isu bisnis yang lebih
besar pada level strategis.
3. Customized Graphic User Interface (GUI)
Beberapa ERP memang berusaha membuat tampilan GUI yang user friendly, namun
BI melangkah lebih jauh dengan menyediakan fasilitas kustomisasi GUI.
Sehingga tampilan GUI jauh dari kesan teknis dan memberikan view of business
sesuai dengan keinginan masing-masing user.
4. Sedikit masalah teknis
Ini karena -pertama- sifatnya yang user friendly meminimasi kemungkinan
operating error dari user, dan -kedua- BI hanya merupakan software pada
layer teratas (information processing) dan bukan business process management.

5. Biaya pengadaan rendah
Karena BI hanya software yang bekerja pada layer teratas dari pengolahan
informasi, harga software-nya tidak semahal ERP. Biaya pengadaannya pun
menjadi lebih murah dibandingkan ERP.
6. Flexible databank
BI membuka kemungkinan untuk berkolaborasi dengan ERP sebagai pemasok
databank yang akan diolah menjadi reports dan scorecard, namun BI juga dapat
bekerja dari databank yang dibuat terpisah. BI pun menjadi terbuka untuk
digunakan oleh analis profesional dan peneliti, yang data olahannya bersifat
sekunder.
7. Responsiveness
Sifat dashboard (BI) lain yang tidak dimiliki oleh ERP adalah dalam hal
kecepatan (responsiveness). Misalnya pada penghitungan service level sebagai
salah satu Key Performance Indicator (KPI). Fungsi dashboard akan memberikan
peringatan kepada user sebelum batas bawah dalam service level (lower limit)
terlampaui. Akibatnya masalah bisa ditangani sebelum benar-benar muncul ke
permukaan. Salah satu contoh pada industri kesehatan, penggunaan BI berjasa
mencegah penyebaran suatu penyakit/wabah secara luas (outbreak).
Nama-nama vendor BI memang masih asing di Indonesia. Beberapa nama yang
terkemuka antara lain Business Object, Cognos, Hyperion, MicroStrategy, SAS
dan Bowstreet.
Di Amerika Utara dan Eropa, saat ini kustomer BI telah tersebar luas pada
sektor industri-industri terbesar seperti bank, airline, energi, elektronik,
kesehatan, agrikultur. Vendor-vendor BI juga telah berkolaborasi dengan
vendor-vendor Supply-Chain, Operating System (Windows, Unix, Linux), dan
software BPM seperti SAP, Oracle, IBM dan EMC. Kolaborasi ini menyebabkan
kustomer yang mengimplementasikan BI tidak memiliki kesulitan dalam hal
integrasi dengan sistem yang selama ini ada di organisasi mereka.
Bagaimana trend ke depan? Bila di Indonesia dashboard masih barang yang
baru, di Amerika dan Eropa saat ini timbul kecenderungan pengguna BI turun
dari level eksekutif ke level office worker. Penggunaan BI pun meluas, dari
yang semula hanya ditujukan pada top-level decision-maker ternyata pada
prakteknya sangat bermanfaat juga bagi daily decision-maker. Ini karena
dashboard -dengan setting metrik yang tepat- bisa mengurangi waktu siklus
pengolahan informasi dan pada akhirnya meningkatkan efektivitas karyawan
dalam pengambilan keputusan.
Bagaimana dengan ukuran industri? Sebagaimana data terakhir pada pertengahan
2005 menunjukkan, 60% perusahaan AS yang berpendapatan di atas $100 juta
telah mengimplementasi BI. 40% sisanya berencana implementasi sebelum 2006
berakhir.
Bagaimana industri di Indonesia?

Sumber:
http://www.erpweaver.com

Job Vacancy: IT SAP FICO module

0

PT. Ricobana Abadi

We are a company engaged in mining contractor, requires an IT SAP FICO module

Responsibilities :
-User support

-Perform Regular training for Key User & End User

-SAP System Development (Configuration, Report, Form, Business Process
Enhancement)

-Maintain documentation such as User Manual, Business Process, SOP and Technical
Documentation

-User acceptance test

-Etc

Qualification :

-Male / Female max 30years old

-Bachelor Degree with major Computer Accounting or Finance Accounting with gpa
min 3.00

-Ability to analyze `As Is' and `To Be' business processes, complete complex
business design for gap / interfaces and configure system to user requirements

-Strong business process knowledge especially in Finance-Accounting

-Team player, smart, analytical, pleasant personality

-Deep knowledge in SAP FICO cross modules integration

-Good communication, interpersonal skill, pleasant personality, and self driven

-Able to tight deadlines and work under pressure

-Ensure the current SAP operation support meet the defined SLA – user satisfied

-Systematic, disciplined work ethic,strong people skill and high integrity

-System documentation skill

-Having exp. Min 2 years for configuration and support SAP FICO, with 2 full
cycle implementation exp

-Willing to travel outside Jakarta

-Having good knowledge about SAP FICO module: COPA, COPC and etc

If you feel you meet the above requirements, please send your cv to
itdev.sect.head@ricobana.co.id, with subject :

IT SAP FICO

For complete info please click : www.ricobana. co.id

Regards,

IT Dev Sect Head

Job Vacancy: SAP Business Intelligence (BI)

0

Urgent : Looking For SAP Business Intelligence (BI)

PT. Ricobana Abadi

We are a company engaged in mining contractor, requires an IT SAP Business
Intelligence (BI).

Responsibilities:
This position is to provide technical analysis and reportin skills in SAP BW,
which require reports and dashboards to be developed can have them delivered
quickly and effectively. Develop solutions that collect, analyse and report on
internal and external data to generate knowledge and value for the organization
at strategic, tactical and operational levels. They apply skills in data
integration, data modeling, cube design, update rules, SAP reporting tools,
analysis, warehousing, and mining.

Requirements :

• The candidate should have 2 years experience in SAP BW development
and / or support
• Minimum 1 full BW lifecycle implementations
• Experience in SAP BI, BW Extraction & Loading and Report creation
• Document detailed specifications of configuration design, tests,
and training programs
• Share development / design documents with other IT members and/or
business users
• Responsible for all SAP BW configuration
• Combine knowledge of SAP BW with experience in business processes
to meet business needs in defined areas
• Perform Information Technology unit tests and coordinate business
integration tests, in order to ensure application reliability
• Update technical documentation that results from support changes
• Effectively communicate project and work related information to team
• Knowledge in SAP Enterprise Portal is a plus
• Good Commu ication skills
• Understand the SAP BW business subject areas and the data which is
held in those subject areas e.g. Finance, Procurement, Logistics,
Inventory, Maintenance
• Develop reports and dashboards to the required specification
• Experience with design, build and test of dashboard, KPI concepts
and analytics
• Data Modelling experience useful to have - Relational and OLAP
• Assisting to review the technology innovation to improve deployed
solutions such as : system upgrade, new technology review/adoption
• Conducting end users education and trainings

Technical Requirement:

• Having an excellent query and database skill
• Having an excellent algorithm
• Having knowledge about .NET Technology will be an advantage
• Having knowledge about SQL Server Business Intelligence would be an
advantage
• Having knowledge about other Business Intelligence tools would be
an advantage
• Knowledge of data warehousing concepts
• Experience using Bex reporting tools
• Experience in creating BW cubes and update / transfer rule
• Experience in extracting data from SAP R/3 and alo non - SAP data
sources
• ABAP skills
• SAP Portas skills
• Xcelcious developer skills
• Crystal reports developer skilss

General Requirement:

• Male / Female max 30 years old
• Bachelor Degree with major Information Technology with Gpa min 3.00
• Having a good interpersonal skill and a good attitude
• Ability to work under pressure
• Ability to learn a new thing by himself/herself within short period
• Ability to think out of the box when solving a problem
• Responsible, fast learner, self driven personality, willingness to
work hard and learn new areas
• Strong problem solving, research and presentation skills
• Minimum 1 full BW lifecycle implementations
• Knowledge of mining company and core SAP R/3 modules (FICO, SD,MM,
PM and PP)
• Moderate ABAP skills required for transformations and variable exits
• Able to work independently and as part of a team

If you feel meet the above requirements, please send your cv to
itdev.sect.head@ricobana.co.id / itdevsechead@itdevsechead@yahoo.co.id with
subject :

IT SAP BI

For complete info please click : www.ricobana.co.id

Regards,

IT Dev Sect Head

Gingkang Linuwih SAP NetWeaver melawan Aji Pamungkas Akusisi Oracle

0


Pertarungan Standard Software SAP lawan Oracle tampaknya akan menjadi pertarungan abadi waktu lama. Ini seperti pertarungan Airbus versus Boeing atau Euro versus US Dollar. Sejarah nanti akan mencatat siapakah sebenarnya akan menjadi jawara sejati dalam perseteruan di tanah perdikan standard software ini. Hanya yang menarik untuk dicatat adalah, kedua jawara ini menggunakan strategi pertarungannya amat sangat berbeda. Jurus-2 yang dikeluarkan oleh SAP bertolakbelakang dengan yang digunakan oleh Oracle.

SAP mengandalkan kekuatan ginkang-nya untuk membuat magic yang akhirnya dikenal dengan NetWeaver. Layaknya konsep sihir, NetWeaver telah berhasil menyihir lawan-2nya dan juga para stakeholder akan pesona integrasi dari platform teknologi. Tapi apa sih sebenarnya NetWeaver itu?

NetWeaver itu adalah konsep visioner SAP yang tujuannya mengintegrasikan seluruh aspek yang terkait dalam IT, yaitu: manusia, informasi, proses dan aplikasi teknolgi ke dalam sebuah platform. Diharapkan dengan NetWaever maka inovasi SAP tidak akan terhenti.

Filosofis kerja dari platform NetWeaver itu begini: Jika SAP mengembangkan aplikasi baru untuk memenuhi dinamika bisnis maka aplikasi tsb akan dibangun di atas basis platform NetWeaver. Terus, setiap ada inovasi penemuan baru semua itu kembali dibangun di atas platform NetWeaver. Jadi, NetWeaver itu ibarat sebuah orkestra yang mensinerjikan keempat aspek IT diatas dan merupakan hasil inovasi terus-menerus sehingga menghasilkan tools komplit terintegrasi untuk menyelesaikan semua persoalan IT yang berhubungan dengan bisnis.

Granted! Excellent! Dari definisi-nya saja NetWeaver itu ibarat magic yang menyihir kita semua. Bayangkan jika seorang konsultan IT presentasi di depan para customer-nya tentang NetWeaver dengan bahasa "ndaki-ndaki" seperti itu, apa ndak tersihir itu para customer? :)

Tapi sebelum kita membahas secara detail apa itu NetWeaver, saya harap anda semua tidak perlu ragu akan kedahsyatan dari konsep ini. Kharisma dari NetWeaver membuat para pesaing SAP juga tidak mau kalah untuk mencontohnya. Tercatat IBM mengembangkan platform IBM WebSphere dan Microsoft mengembangkan platform Microsoft .Net untuk mengimbangi NetWeaver.

Jadi. meskipun desain metode diantara mereka (NetWeaver, WebSphere dan .Net) berbeda sesuai karakteristik keunggulan masing-2 software provider tetapi filosofisnya sama. Mereka ingin membangun platform IT ter-integrasi untuk berbagai aplikasi.

Hanya tampaknya teknik magic SAP ini "tidak" diikuti oleh lawannya Oracle. Untuk melawan magic SAP, Oracle menggunakan jurus lamanya yaitu aji pamungkas racun akusisi. Setelah berhasil mengakusisi secara spektakuler JD Edward, Siebel dan Peoplesoft, kembali Oracle juga mengakusisi SUN Microsystem. Ini berarti Oracle berhasil mengkombinasikan kekuatannya menjadi satu. Oracle kuat di database. JD Edward di Financial Application. Siebel di Logistics application. Peoplesoft di Human Resources Application. Plus SUN di operation system.

Sihir Inovasi versus Racun Akusisi

Sebenarnya dalam Kitab Persilatan yang tertulis dalam Serat "Corporate Strategy", ada 2 strategi terkenal untuk memenangkan kompetisi yaitu ekspansi internal dan ekspansi eksternal.

Contoh gampangnya ekspansi internal itu adalah dengan mengembangkan produk baru yang lebih inovatif, bisa juga dengan perluasan pasar baru. Pengembangan produk baru dan perluasan pasar ini didasarkan pada kemampuan internal perusahaan. Jadi, seluruh SDM perusahaan, hasil riset, penemuan, pembuatan networking baru semuanya harus dilakukan secara parallel sehingga perusahaan bisa melakukan ekspansi internal.

Pembuatan platform teknologi visioner NetWeaver dari SAP adalah contoh dari pengembangan produk baru dalam perspektif strategi ekspansi internal. Kelemahan dari strategi ini adalah progress-nya relative lambat tapi keunggulannya adalah terbangun sebuah sistem bisnis yang solid.

Sementara ekspansi eksternal dilakukan dengan cara mengakusisi competitor-nya atau bisa juga mengakusisi supplier (upstream) atau distributor-nya (downstream) yang nota bene adalah partner bisnisnya. Tujuannya sama dengan ekspansi internal, yaitu bisa menghasilkan produk berkualitas dan menguasai pasar yang selama ini dikuasai oleh perusahaan yang diakusisi. Ekspansi eksternal itu relatif mudah. Asal punya uang maka beli saja competitor, supplier (upstream) atau distributor (downstream) yang dibutuhkan.

Contoh kasus Oracle:
Oracle mengakusisi JD Edward, Siebel dan Peoplesoft berarti mengakusisi kompetitornya yang diharapkan secara otomatis customer ketiga ERP tersebut menjadi customer Oracle. Ini berarti Oracle bertujuan ingin mengembangkan pangsa pasarnya.
Oracle mengakusisi SUN (upstream-nya) tampaknya ingin mengintegrasikan antara aplikasi database Oracle dengan system operasi SUN. Ini berarti Oracle bertujuan ingin meningkatkan performa dari product-nya.

Keunggulan dari strategi ekspansi eksternal ini adalah asal punya uang maka mudah dilakukan. Tinggal beli saja (baca: akusisi) perusahaan yang menguntungkan untuk diakusisi. Gampangkan?

Hanya tentu saja ini mengandung kelemahan. Ternyata menyatukan dua atau lebih perusahaan yang punya budaya dan tradisi berbeda itu tidak semudah menempelnya "lalat dengan borok", yang keduanya diciptakan untuk saling mencintai. Dalam akusisi tidak jarang yang terjadi malah kesemerawutan organisasi perusahaan yang malah menyebabkan kemunduran.

Yang perlu di-stabilo adalah tidak ada perusahaan yang semata-mata menggunakan strategi ekspansi internal saja atau strategi ekspansi eksternal saja. Umumnya perusahaan menggunakan kombinasi keduanya. Hanya persoalan pada proporsinya saja. Ada yang lebih menitikberatkan pada ekspansi internal dan ada juga yang sebaliknya.

—Kita lanjutkan kapan-2 tentang anatomi SAP NetWeaver lebih detail lagi—

Fortsetzung folgt alias to be continued alias bersambung…
(Tulisan ini terinspirasi cerita Silat Pedang Nagasasra dan Sabukinten karya SH Mintaredja)

Dari awal Musim Gugur di Tepian Lembah Sungai Isar

Ferizal Ramli